Bursa Transfer

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » Leonardo Tak Segan Rayakan Kemenangan Di Hadapan Fans Milan



Pelatih Inter Milan Leonardo mengungkapkan, dirinya tidak segan untuk merayakan kemenangan di hadapan fans Milan jika tim besutannya bisa memenangi Derby della Madonnina pada akhir pekan ini.

Leonardo sebelumnya identik dengan Milan, karena pria asal Brasil itu memperkuat Rossoneri selama 13 tahun. Kendati menganggap Milan selalu berada di hatinya, Leonardo menyatakan Inter siap mengacaukan ambisi mantan klubnya itu menjadi juara.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Jika kami menang, maka saya akan membiarkan diri saya merayakannya. Mengapa saya tidak boleh merayakan kesenangan jika kami menang? Saya terlibat di sini, terikat dengan Inter, dan bekerja untuk menang. Saya tidak tahu seperti apa, tapi saya melakukannya secara alami,” ungkap Leonardo kepada wartawan.

Leonardo menganggap kemenangan akan signifikan dalam upaya mereka mewujudkan ambisi meraih gelar juara.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160x600;ord=262247?area=2l&pos=2&ord=262247"></script>

“Dari sisi psikologi, kemenangan akan memberikan tenaga tambahan untuk lebih maju. Tapi dilihat dari sisi liga, pertandingan ini tidak menentukan, karena tim lain yang berada di belakang kami juga sedang bagus. Konfrontasi ini akan tetap berjalan sampai akhir,” kata Leonardo.

Ini untuk pertama kalinya Leonardo bakal menghadapi mantan klubnya sejak hengkang tahun lalu. Leonardo berusaha tidak mau terpengaruh dengan kemungkinan adanya cemoohan dari fans Milan.

“Banyak emosi di sini. Tapi emosi saya tidak terlalu penting di derby ini. Saya tidak melupakan apapun dan tidak melupakan pengalaman saya di Milan,” ucapnya.

“Tapi ada tradisi di pertandingan antara kedua tim yang bertahan lama. Tantangan besok belum pernah saya temukan, dan saya pikir ini aspek yang paling penting.”

“Pelatih mempunyai peranan. Tapi pertandingan dimainkan di atas lapangan oleh para pemain. Saya tidak akan lupa kehidupan di Milan, dan menyimpan sejarah itu bersama diri saya. Namun saya tidak menganggap ini pertandingan saya.”

“Saat usia 30 tahun, saya introspeksi kehidupan saya, dan punya banyak pemikiran. Dari masa itu, saya memutuskan hidup di sepakbola dengan cara positif. Saya ingin hidup dengan kenyamanan.”
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Muhammad Afdhal

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Leave a Reply

Streaming

video

Sepak Bola

INTER Dalam Sejarah

Artikel Bebas