Bursa Transfer

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » Drama Qori, Putri ( jadi-jadian ) Indonesia 2009

Drama Qori, Putri Indonesia 2009
Oleh : Aprisah Banun S.Pd

Rakyat Aceh terperangah, Jum’at ( 10/10 ) malam, satu drama dipertontonkan oleh seorang gadis Sunda yang mewakili daerah Aceh dalam Pemilihan Putri Indonesia 2009 ( norak banget acara nya ) di Pentas Teater Tanah Airku, Jakarta. Drama ini berakhir dengan terpilihnya seorang putri “ jadi-jadian “ oleh Yayasan Putri Indonesia Untuk mengemban Misi Putri Indonesia 2009 yang berujung pada Kontes Internasional Miss Universe(ajang tuk jual aurat cwe internasional agar dapat masuk majalah Playboy )
Yang mencengangkan bagi rakyat Aceh yang masih punya urat cengang, Qori Sandrioviva ( namanya aja udah ktauan kalo dy bkn nak Aceh ) yang mewakili Aceh tidak mengenakan jilbab seperti umumnya keharusan dan kebiasaan pada Wanita Aceh. Perempuan itu dengan santai dan lugas ketika MC menanyakan : “kenapa ia tidak mengenakan jilbab ?” Qori menjawab bahwa menurut nya rambut adalah adalah mahkota dan ia bangga dengan rambutnya. ( sok banget tu cwe, gw doain moga ja botak pala lo.oke cuy )…
Lalu dimana masalahnya, apakah pada rambut indah atau pada jilbab yang tidak dikenakan ?
Beragam pikiran berkecamuk pada kepala orang2 Aceh ketika itu, Seorang sahabat wanita yang pada saat itu bersama saya menonton acara tersebut langsun mengklaim “ ini pasti bukan orang Aceh, sebandel bandel nya orang Aceh ia tidak akan mempermalukan kebiasaan bangsanya sendiri ” ( tul betul ).
Tilik Punya tilik, ternyata Qori adalah gadis sunda dari keturunan ayahnya dengan ibunya dari Gayo Aceh Tengah. Qori ini lahir dan besar di Jakarta, ribuan kilometer jauhnya…...( dasar loe cwe jadi2an, pake bawa2 nama Aceh lgi, awas kalo ktemu ma gw, gw kubur hdup2 lo ma ortu lo, )…
Itulah kemudian menjadi topik pembicaraan ketika beritanya disiarkan lewat berbagai media. Bahkan di laman Facebook di dunia maya beberapa pengguna mulai pro –kontra bahkan saling menyerang. Sebagian gadis Aceh juga merasakan antipatinya terhadap apa yang dilakukan Qori. Ini kemudian membuat para ulama Aceh memberikan pernyataan bahwa Qori bukan cerminan Putri Aceh…..
Qori mungkin tidak tau apa yang ada di benak hati perempuan- perempuan aceh ketika ia menolak memakai jilbab dalam kontes yang disiarkan langsung secara nsional tersebut. Ini wajar karena si Qori memang bukan keturunan Aceh dan tidak pernah tinggal di Aceh. Sehingga dia tidak sadar ketika expose media, ia dinilai dengan membuka jilbab tidak berarti ia sedang berpihak kepada orang Aceh. Ia juga tidak paham karakter perempuan aceh dan karakter orang Aceh.
Generasi muda aceh bukanlah generasi bodoh ( kayak si qori ), mereka tau ketika si Qori menghina jilbab dengan mengatakan dia pesimis bisa menang dengan berjilbab, sebenarnya darah yang mengaliri Qori tidak mewarisi darah leluhur yang selalu menjunjung tinggi kehormatan nya.
Kita menyesalkan sebagai putri yang sejatinya akan mempromosikan kebudayaan daerah seharusnya dia tau Aceh, tidak sebaliknya ia menghina suatu komunitas apalagi ini menyangkut simbol keyakinan beragama ( jilbab )…..
Walaupun kita memaklumi bahwa Qori dianggap sebagai aktivis gender sebagai pembelaan hak wanita, namun tidak kemudian tidak mengatasnamakan Aceh untuk menggadai harga diri perempuan Aceh secara umum. Ini pelajaran bagi para permpuan Aceh……………….

Penulis adalah staf Bidang Komunikasi Tim Asistensi Gubernur Aceh
Sumber : harian Serambi Indonesia edisi selasa 13 oct 2009 (diubah seperlunya )
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Muhammad Afdhal

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Leave a Reply

Streaming

video

Sepak Bola

INTER Dalam Sejarah

Artikel Bebas